Cara Budidaya Kerang yang Ramah Lingkungan

Cara Budidaya Kerang yang Ramah Lingkungan | Ilmu SainsAnda penggemar Seafood terutama kerang? Molusca bercangkang itu tak hanya menjadi makanan laut favorit masyarakat Indonesia tapi juga Eropa.

Bila di Indonesia produksi kerang nyaris mencapai 250.000 ton per tahun, di eropa produksinya dua kali lipat. Namun sayang 30 % nya akan menjadi sampah. Lantas, bagaimana solusi membudidayakan kerang yang ramah lingkungan di eropa?

Cara Budidaya Kerang Remis yang Ramah Lingkungan

Budidaya Kerang Ramah Lingkungan di Eropa


Budidaya remis menjadi industri kerang utama di eropa. Produksi totalnya sekitar 500ribu ton per tahun. Potensinya jauh lebih besar dari itu. Untuk meningkatkan efisiensi dan membuat industrinya lebih ramah lingkungan, sejumlah produsen menandatangani skema desain eropa untuk penerapan teknologi baru.

Contohnya perusahaan di Swedia ini.

Menurut pengusaha kerang Swedia, dari 4 sampai 5 ton yang mereka panen setiap hari, sekitar 30 % nya akan menjadi sampah. Dengan menganalisis proses budidaya remis bersama para produser, para peneliti bisa mengidentifikasi cara untuk meminimalkan kerusakan kerang dan sampahnya di setiap fase produksi, mulai saat panen hingga limbah dari para pedagang ikan.

"Salah satu masalah utama adalah besarnya volume sampah. Dan kiatnya adalah mereduksi sampah hingga 35 %. Mungkin takkan tercapai tapi kami melihat kemajuan dalam produksi.", tutur Grethe Adoff - Ahli Biologi.

Proyek Reduksi Sampah


Proyek terfokus pada penggunaan sistem resirkulasi yang mampu menyimpan remis dalam waktu lama. Sebuah perubahan revolusioner dari metode industri dengan memburu kerang dengan menggunakan jaring cantrang. Dengan begitu pengusaha budidaya kerang tidak lagi tergantung cuaca serta menghemat energi dan air.

Pada dasarnya teknologi ini sama dengan yang digunakan dalam budidaya ikan dalam sistem resirkulasi. Kita perlu sedikit air. Contohnya di salah satu perusahaan di sana, mereka memompa 12.ooo liter air per jam untuk sirkulasi tapi hanya menambah 15 liter per jam.

Penjernih air dalam budidaya kerang remis
Penjernih air dalam budidaya kerang, Sumber : Deutsche Welle - 2017


Sistem sirkulasi air ini hanya perlu 20 liter air per jam per kilo remis. Ongkos akan direduksi jika air didinginkan. Alat yang disebut rotary skimer menjamin kualitas air.

Alat membantu melenyapkan partikel organik mikro yang terbawa remis. Ada pompa di dasar alat yang menciptakan jutaan gelembung. Semua lemak dan protein dalam air akan melekat pada gelembung. Dan semua bisa diangkut ke sini menciptakan busa yang bisa kita bilas dan buang dari sistem untuk menjerihkan air.

Penggunaan Remis Tiruan dalam Penelitian


Remis menjalani berbagai intak mekanik selama proses pemilahan. Dan didesain untuk memperpanjang kehidupan kerang.

Peneliti membuat remis tiruan dan memasang sensor impak di dalamnya. Mereka mencapurnya dengan remis yang akan diproses untuk mengukur impak mekanis terpanjang seluruh proses hingga sampai ke rak inspeksi.

Hasil pengukuran digunakan untuk mengetahui kecepatan dan kualitas air. Dengan begitu dijamin penangangan yang lebih lembut dan diakhir proses, sisa remis menjadi lunak.

Para ilmuan menilai sistem budidaya perairan yang lebih ramah lingkungan ini akan membantu meningkatkan ekosistem kelautan. Sekaligus membuat ilmuan menikmati proses penelitiannya.

Referensi : Deutsche Welle - 2017

Cara Budidaya Kerang yang Ramah Lingkungan